Jarum jam menyapa angka tiga. Jalan Basuki Rahmat berangsur padat dengan rombongan orang pulang kerja. Di sudut kompleks pertokoan Kayutangan, tiga sahabat lihai memainkan jari tangan. Memangkas rambut para pelanggan.
Showing posts with label Project. Show all posts
Showing posts with label Project. Show all posts
Friday, 28 July 2023
Friday, 5 November 2021
Sudah Buka Kembali! - Akbar Haramain
Malang, 2021
Setelah sekian lama pembatasan sosial hingga bongkar pasang kebijakan, Alun-alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka kembali. Pembukaan ruang publik ini tentu saja di sambut meriah warga kota dengan memadati Alun-alun sejak di buka 2 pekan lalu. Sayangnya masih banyak pengunjung yang abai protokol kesehatan.
Monday, 9 October 2017
Hometown - Arif Furqan
- 2010 - Perkenalan saya dengan kamera sebagai alat perekam kondisi zaman
- 2010 - Malang menerima dampak pembangunan besar-besaran akibat investor yang menilai kota ini sebagai lahan komersil yang subur. Lebih lagi, ketika kota sebelah (Surabaya) sudah mulai padat, ditambah dengan bencana Lapindo yang seolah menambah nilai lahan subur Malang untuk digali potensinya.
- 2011 - Saya mulai mendokumentasikan pembangunan di Kota Malang, terutama pembangunan mall, pusat perbelanjaan dan gedung-gedung tinggi lainnya.
- 2011 - Saya menyadari bahwa tingginya gedung-gedung tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi warga sekitar. Dampak positif temporer: warga kampung sekitar pembangunan mendapatkan lahan kerja baru, baik sebagai warung penyedia makanan bagi para pekerja bangunan, lahan kerja sebagai penyedia jasa penginapan, dan lain-lain. Dampak negatif yang tidak mereka sadari: sebuah tembok besar menghalangi aktifitas mereka, bangunan tinggi menghalagi akses sinar matahari, polusi dan macetnya saluran limbah, bertambah padat alur kendaraan melintasi jalan-jalan kampung, dan lain sebanyak-banyaknya.
- 2012 - Saya memulai menelusuri arsip foto Malang di masa lampau dan membuat project tentang Malang Kini dan Sekarang.
- 2012 - Saya mulai sering meninggalkan Malang untuk mencari kehidupan di kota-kota sebelah
- 2013 - Saya benar-benar meninggalkan Malang untuk menimba ilmu di kota lain.
- 2014 - Project mendokumentasikan pembangunan Kota Malang ini berjalan semakin pelan, sementara pembangunan mulai marak dan tak terbendung.
- 2014 - Saya mulai kehilangan beberapa shot tentang pembangunan di Kota Malang.
- 2015 - Project ini vacuum untuk sementara
- 2015 - Saya merasa bahwa project ini tak akan ada hentinya, mengingat pembangunan di Malang telah mendarah daging. Gedung tinggi dan bangunan lain lahir secara pesat seperti sudah menjadi bagian organik dari kota ini.
- 2016 - sekarang.......................
Arif Furqan, 2015
Sisi Lain Alun-alun Batu - Andi Brata
Alun-alun adalah salah satu paru paru kota yang wajib dimiliki setiap kota karena keberadaannya menjadi penting. Dengan adanya taman kota/alun-alun, ini dapat membantu atau menangkal udara kotor pun juga bisa menghasilkan udara yang bersih dan segar. Pemerintah setempat pada akhirnya juga berlomba lomba menyulap alun-alun semenarik mungkin agar pendatang dari luar kota betah berlama-lama dilokasi tersebut, tapi bagaimana jadinya ketika hal itu bertolak belakang daripada semestinya, melalui worskhop www.akudankotaku.com yang dibantu oleh para mentor mengarahkan dalam pemilihan tema, pra dan pasca eksekusi sehingga didapat "cerita" baru tentang alun alun sesuai apa yang ingin saya sampaikan.
Selamat Berimajinasi!
Andi Brata, 2015
Selamat Berimajinasi!
Andi Brata, 2015
Donny Hary On the Street
Donny Hary, seorang penggiat Street Fotografi mencoba merangkum kegelisahannya ketika mengunjungi berbagai tempat. Berasal kalangan menengah di sebuah kota kecil bernama Malang, foto-foto ini diambil dengan pendekatan Street Photography yang menunjukkan posisi seorang Donny Hary sebagai warga urban.
Thursday, 1 June 2017
Memories of a Home - Arif Furqan
Monday, 24 April 2017
Menyapa Saksi Hidup Kejayaan Kayutangan
Sejarah kota Malang tidak bisa dipisahkan dari kehadiran bangsa Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan kolonial yang dapat dijumpai di beberapa lokasi strategis kota Malang. Salah satunya kompleks pertokoan di sepanjang Jalan Kayutangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) mulai dari pertigaan depan PLN sampai di depan Gereja Katolik Kayutangan. Kawasan pertokoan yang dibangun antara tahun 1930-1940 an ini mengenyam masa kejayaan pada era 1960-1970 an. Menjadi pusat keramaian di kota Malang saat itu dengan berbagai ragam usaha yang menjadi motor roda perekonomian.
Saat ini kawasan kayutangan tak ubahnya seperti jalan tol yang menghubungkan kota Malang dengan dunia luar. Fisik bangunan kolonial yang menjadi ciri khasnya hanya tinggal cerita. Papan iklan mendominasi wajah kayutangan, coretan tangan tak bertanggungjawab menambah nuansa kumuh dan menjauhkan dari kesan menarik. Bahkan beberapa bangunan modern mulai menghiasi wajah kayutangan saat ini.
Sebelum semua cerita kejayaan kayutangan menghilang, saya mencoba menyapa beberapa saksi hidup yang hingga saat ini berjuang mempertahankan kejayaan kayutangan dari gempuran perubahan jaman.
Ichwan Susanto, 2017.
Wednesday, 28 October 2015
Diantara dedaunan, pohon dan beton
...
Diantara dedaunan, pohon dan beton" adalah sebuah catatan visual mengenai alih fungsi ruang terbuka di perkotaan. Bila dulu kita akrab dengan rimbun pepohonan dan pemandangan hijau di sekitaran kota, kini mereka sedang digantikan oleh bangunan beton dan semen.
Saya memperhatikan bahwa manusia (kota) masa kini lebih mengutamakan investasi ekonomi ketimbang investasi udara sehat dengan melestarikan area hijau. Seri foto ini menganalogikan perebutan posisi lahan hijau dengan lahan ‘beton’. Melalui seri foto ini, saya mengajak anda melihat kembali keberadaan dedaunan, pohon, dan beton di lingkungan sekitar.
-- Satrio Binusa, 2015
Thursday, 1 October 2015
Re-memorizing Alun-Alun Malang (on-going)
...
Keberadaan alun-alun kota Malang sebagai ruang publik
tentunya membawa berbagai kenangan bagi wisatawan dan warga Malang Raya
tak terkecuali saya--pelancong asal Banyuwangi yang sekarang sudah terdampar selama dua puluh tahun lebih di kota ini.
Pro kontra terhadap rencana renovasi ruang publik
ini sempat menjadi trending topic media lokal. Melalui
perjuangan yang panjang, akhirnya renovasi terhadap alun-alun kota
Malang terlaksana dan wajah Alun-alun ini telah dirombak total, dengan menambah maupun mengurangi beberapa elemen.
Sebagai saksi hidup--yang menyaksikan alun alun dari wajah lawas hingga make over
Alun-alun, dalam projek foto ini saya hendak mengajak pemirsa untuk
bernostalgia, mengenang kembali wajah lama dalam wajah barunya. -- Ichwan Susanto a.k.a Boljug, 2015
.projek foto ini adalah hasil workshop Aku dan Kotaku oleh Pannafoto Institute pada akhir September 2015 lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

