Sunday, 29 March 2015

Mini Workshop sesi kedua, Pasar Pakis #2


Fotografi adalah tentang pendekatan (approach), begitu pula dalam Environmental Portrait (EP), peran komunikasi antara fotografer dan subjek juga sangat dibutuhkan dalam pembuatan sebuah EP. Suasana selama pemotretan akan lebih cair dan frame yang dihasilkan pun akan lebih ber“nyawa” dengan adanya komunikasi. Komunikasi yang baik juga berguna untuk menghindari konflik informasi, terutama yang sering terjadi adalah caption ‘ngawur’ tanpa informasi yang benar-benar didapat dari narasumber. Seringkali kita melihat foto dengan caption yang membahana (sering terlihat di Media Sosial), padahal fotografer tak pernah berinteraksi dengan subjek. Validitas data yang disajikan dalam foto merupakan hal yang vital untuk sebuah Environmental Portrait. Daya tarik subyek yang akan di EPkan menjadi point penting setelahnya. 

Aurora (21), Gadis cantik dari Desa Sumber Pasir ini baru dua minggu membantu orang tuanya berjualan pakaian di Pasar Pakis. 
Foto oleh Raga Nugra Pratama

Kawasan Mitra, 2014

Ichwan Susanto

Sunday, 22 March 2015

Mini workshop sesi pertama, Pasar Pakis



Akhir pekan yang lalu rangkaian mini workshop walking-in-ngalam dengan tema ENVIRONMENTAL PORTRAIT  telah dimulai. Dengan briefing awal pada hari Jumat, peserta telah dipersiapkan dan dibekali beberapa materi untuk siap turun ke pasar tradisional Sabtu besoknya. Ini adalah sesi pertemuan pertama dari beberapa pertemuan mini workshop ini dengan 13 peserta. Dibantu oleh Muhammad Iqbal sebagai pendamping dan asisten mentor, rangkaian mini workshop akhirnya dapat dilangsungkan.

Foto oleh Rizki Dwi Putra

Tuesday, 10 March 2015

Notes from Bandung



Benar-benar membekas, bagaimana Wubin menjadi sangat sentimental ketika ia berada di Bandung bersama rekan-rekan Bungkus! dan rekan lainnya. Berkali-kali mengatakan ia sangat senang bisa berada di Bandung berkumpul dengan rekan-rekannya, Mbak Asih, Kang Ista, Jojo, Ng Swanti, Edy Purnomo, Ridzki, Tandia, Usenk, Budi, Wid, Tommy, Aip, juga superstar Aji Susanto, dan rekan-rekan lain yang namanya akan memenuhi halaman ini. Begitu pula dengan saya yang meski tidak se-sentimental Wubin, namun saya juga merasakan hal yang sama ketika bisa berkumpul dengan rekan-rekan hebat dari Bandung dan kota-kota lainnya. 

Kebetulan saya datang menggantikan mas Ichwan Susanto a.k.a Boljug atas nama walking in ngalam untuk mengikuti Round Table Discussion “Community Endorsment on Photography”, juga menyaksikan rangkaian acara Bandung Photo Showcase. Banyak sekali hal yang saya pelajari baik dari diskusi ataupun rangkaian acara ini. Hari pertama saya diijinkan untuk sedikit mengintip Photo Editing Workshop dengan Zhuang Wubin sebagai mentornya di Bale Handap, Selasar Sunaryo Art Space. Dimana di tempat yang sama pada malam harinya ada dua rangkaian pameran, Revisiting Bandung, dan Francoise Huguier Solo Exhibition yang dibuka pada malam harinya.


Rangkaian acara dari Bandung Photo Showcase 2015 di Selasar Sunaryo Art Space