Sunday, 11 June 2017

Puasa dan Kolaborasi


Relasi dan kolaborasi antar komunitas adalah suatu hal yang penting untuk keberhasilan acara-acara yang akan digelar kedepannya. Untuk merawat hal tersebut, dan sebagai ajang silaturrahmi, Walkingalam bersama dengan Komunitas Dari Masa Lalu, mengadakan Buka Bersama pada Sabtu, 10 Juni 2017 di Rumah Masa Lalu Jl. Dr. Sutomo 12, Kota Malang.


Acara buka bersama yang bertepatan dengan 15 Ramadhan 1438 H, diawali dengan Nonton Bareng Film Dokumenter dan Workshop Cuci Film Hitam Putih. 10 orang peserta workshop yang berasal dari pencinta fotografi analog di Kota Malang, sangat antusias melakukan langkah demi langkah perlakuan pencucian film hitam putih dari awal sampai akhir. Ragam jenis film hitam putih milik para peserta akhirnya sukses menjadi klise-klise yang siap discan dikemudian hari. 

“Ini merupakan pengalaman pertama saya motret dengan film hitam putih dan mencucinya sendiri, senang karena berhasil, jadi ketagihan meski awalnya agak stress ketika sempat gagal loading film ke devtank” -- Harni, salah satu peserta workshop

Monday, 24 April 2017

Menyapa Saksi Hidup Kejayaan Kayutangan



Sejarah kota Malang tidak bisa dipisahkan dari kehadiran bangsa Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan kolonial yang dapat dijumpai di beberapa lokasi strategis kota Malang.  Salah satunya kompleks pertokoan di sepanjang Jalan Kayutangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) mulai dari pertigaan depan PLN sampai di depan Gereja Katolik Kayutangan.  Kawasan pertokoan yang dibangun antara tahun 1930-1940 an ini mengenyam masa kejayaan pada era 1960-1970 an. Menjadi pusat keramaian di kota Malang saat itu dengan berbagai ragam usaha yang menjadi motor roda perekonomian.

Saat ini kawasan kayutangan tak ubahnya seperti jalan tol yang menghubungkan kota Malang dengan dunia luar. Fisik bangunan kolonial yang menjadi ciri khasnya hanya tinggal cerita. Papan iklan mendominasi wajah kayutangan, coretan tangan tak bertanggungjawab menambah nuansa kumuh dan menjauhkan dari kesan menarik. Bahkan beberapa bangunan modern mulai menghiasi wajah kayutangan saat ini.

Sebelum semua cerita kejayaan kayutangan menghilang, saya mencoba menyapa beberapa saksi hidup yang hingga saat ini berjuang mempertahankan kejayaan kayutangan dari gempuran perubahan jaman.


Ichwan Susanto, 2017.