Thursday, 7 August 2014

Kopyokan Tema #14 - Klinik


Karena masih dalam suasana hari raya, maka kami rekan-rekan dari Walking in Ngalam  mengawali tulisan ini dengan mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan batin”. Setelah sebulan berlalu, dengan segala laku puasa, menahan haus dan lapar atau mungkin menahan shutter karena stamina disibukkan oleh konsentrasi lapar dahaga, kembali kita berjumpa di kopyokan tema. Kali ini, yang menjadi tajuk dalam kopyokan adalah tema “Klinik” milik Donny Harry dengan hadiah satu roll Film BW Agfa 100, Fresh dari kulkas.



Ichwan Susanto

Seperti biasa nya, tema yang keluar kali ini cukup unik. Setelah sebelumnya keluar tema “Tersinggung”,  kali ini yang terpilih adalah tema “Klinik”. Berbicara mengenai tema kali ini, rasa nya juga gampang-gampang susah. Klinik dapat diartikan secara sempit sebagai tempat untuk berobat, atau memeriksakan diri kita jika sakit. Dalam arti yang lebih luas, klinik bisa berarti sebagai tempat berkumpul nya orang yang sejenis atau sekelompok misal klinik kopi, klinik musik, atau ada pengertian yang lain. Tentu nya akan menarik jika bisa mendapatkan visual tentang Klinik dari berbagai sudut pandang. Paling tidak tiap orang akan menerjemahkan  ‘klinik’ dari perspektif mereka masing-masing. Lalu bagaimana kawan-kawan memaknai dan memandang tema kali ini? kawan-kawan bisa meliarkan pandangan dan visualisasi dalam perburuan frame kali ini, dan dimulailah perburuan pikiran dan visual dengan tema Klinik. Berikut ini foto-toto yang berhasil terkumpul.
 

Muhammad Iqbal
Arif Furqan
Dora Nurf
Donny Hary
Andi Brata

Satrio Binusa

Apa kata juri atas foto Ichwan Susanto alias Boljug yang akhirnya terpilih? Begini ceritanya…
“Foto juara saya pilih dari tiga foto kuat tersebut karena memiliki faktor merekam landmark kota malang, lebih spesifiknya dalam hal merekam jejak budaya “petan” yang saat ini dirasa sudah hampir punah. Petan sendiri berarti mencari dan memungut kutu yang berada pada rambut. Foto ini termasuk dalam foto yang merekam everyday life dan foto dengan tegangan rendah. Lebih jauh lagi Om Ben menambahkan, “jika sebetulnya foto mainan mobil itu juga keren, karena mengarah pada style lalat kawin, seperti yang publish pada situs in-public,com baru-baru ini. Foto yang kuat dan cenderung usil. Foto mumi yang menjadi nominasi ketiga pun Nampak hidup serta eye catching, dan sekilas sangat mewakili tema klinik, tapi feel nya itu jutru berada pada street performer itu sendiri.
Lalu bagaimana statement Ichwan Susanto akan fotonya?
“sejujurnya saja, bahwa tema klinik itu termasuk tema yang sanggup bikin semaput, dan saya masih ingat betul bagaimana sulitnya menterjemahkan tema malaikat. Dari awal saya pribadi berkeinginan menterjemahkan definisi klinik ke dalam bentuk yang lain (bukan rumah sakit, ambulan, orang kecelakaan dan sejenis nya). Justru yang ingin saya lakukan adalah mengartikan klinik dalam bentuk yang lebih lembut, ambillah contoh klinik kecantikan (pedicure, manicure, salon dan spa). Karena beberapa kali saya hunting orang yang sedang menyisir rambutnya atau ber make up di depan public dan belum dapatkan hasil yang memuaskan. Sampai pada akhir nya, tepat pada hari Sabtu terakhir di bulan puasa, saya mendapatkan foto tersebut di alun-alun, dan itu kurang lebih sama seperti yang saya ingin visualisasikan dengan tema klinik tersebut.”

Begitulah kira kira tema 'klinik' kali ini divisualisasikan oleh rekan-rekan yang mengumpulkan fotonya. Oh ya, kami masih mengundang rekan-rekan lain yang ingin ikut gabung dalam kopyokan tema, silahkan pantau aja posting walkingalam.com
 

Untuk tema selanjutnya adalah "INSTICT" dari Dora, dengan hadiah sebuah kaos cantik. Monggo bagi rekan-rekan yang ingin ikutan kopyokan tema untuk kirim foto kalian ke walking.ngalam@yahoo.com. Kalau masih bingung silahkan tanya-tanya via whatsapp ke Donny di nomor 081803055678


SAMPAI JUMPA DI KOPYOKAN TEMA #15 - INSTINCT